Weekly Motiflection : Memilih Agama
Moga-moga posting yang ini tidak berbau kontroversial. Awalnya saya juga memikirkan apakah saya sampai perlu menulis tentang sesuatu yang dianggap personal. Tetapi akhirnya saya memutuskan untuk menuliskannya juga karena saya memang tidak berusaha menyinggung apapun dan siapapun di sini. Adapun tulisan saya di sini hanya membeberkan pengalaman sendiri dalam beragama. Mengapa? Kalau begitu silakan baca lanjutannya.
Teman-teman yang saya tag mungkin ada yang tidak berkepentingan dengan tulisan ini, namun mungkin dapat membagikan kepada teman-teman yang sekiranya membutuhkan bacaan ini.
Memasuki usia 30an membuat saya sedikit takjub dengan pengalaman titik balik kehidupan dari kebanyakan teman-teman lama saya (yang saya jumpa lagi melalui jejaring sosial pastinya, mana lagi? Hehehe…). Yang membuat saya takjub dan boleh dikatakan juga terharu adalah mereka semua adalah orang-orang yang menjadi fasih dalam berfilosofi hidup dan agama. Mau berbicara dan berkesaksian tentang pengalaman hidup dan agama pun jadi nyambung. Orang-orang yang saya kenal dulu lugu sampai hancur dapat bersatu pandangan dalam sebuah pandangan hidup ketuhanan di dalam hidup yang sulit ini.
selanjutnya dapat dibaca di tautan bawah ini
via http://femikhirana.com/archives/1017.
Tags: agama, kepercayaan, memilih, memilih agama, Tuhan